Tadinya Berjodoh Lalu Bercerai, Kira-Kira Kenapa Ya Bung?

Saat ijab kabul sudah terjalin begitu lama, asam garam kehidupan sudah cukup dirasakan selama mengarungi hidup secara berdua, bisa menjadi bukti jika Bung dan si nona ialah pasangan yang tangguh secara lahir batin. Atau dengan kata lain sanggup dikatakan jodoh. Sekian tahun bersama, tiba-tiba ada masalah menerpa, yang menciptakan Bung dan si nona harus berpisah. Mahligai cinta yang coba dibangun semenjak beberapa tahun kemudian akhirnya sirna.


Maut tidak memisahkan cinta kalian, tetapi permasalahan yang merenggangkan kalian. Banyak yang berpikiran jika orang sudah menikah itu bukti jika mereka berjodoh. Ternyata, itu tidak menjamin. Lantaran banyak rumah tangga yang sudah terjalin namun berpisah begitu saja. Kaprikornus tandanya pasangan tersebut tidak berjodoh, ‘kan?Lantas jika orang-orang kerap menyebut pasangan yang menikah sudah niscaya jodoh, kenapa bisa cerai?


Terburu-buru Menciptakan Keluarga Sampai Lupa Kriteria Pasangan Sesungguhnya


Saat ijab kabul sudah terjalin begitu usang Tadinya Berjodoh Kemudian Bercerai, Kira-kira Kenapa ya Bung?


Banyak dari pria yang santai untuk membangun keluarga, alasannya ialah masih ingin menikmati masa kesendirian. Tetapi dikala sudah mepet barulah kelabakan, akhirnya membangun keluarga pun terburu-buru sehingga menentukan pasangan tanpa mencocokan dengan kriteria Bung terlebih dahulu.


Kontrasnya perilaku antara Bung dan si nona, alasannya ialah tak cukup waktu untuk mengenali satu sama lain, menciptakan perilaku aslinya barulah kelihatan. Di awal tahun ijab kabul coba dipendam, tetapi lama-kelamaan, Bung pun tidak tahan sehingga berpisah menjadi solusi yang sepadan.


Overthinking Akan Sebuah Masalah dan Kerap Menyalahkan Keadaan


Saat ijab kabul sudah terjalin begitu usang Tadinya Berjodoh Kemudian Bercerai, Kira-kira Kenapa ya Bung?


Hidup niscaya ada saja cobaan. Ketika Bung sudah mempunyai keluarga, duduk kasus pun niscaya akan ada mulai menguji. Mulai dari masalah finansial hingga keluarga, terutama jika sudah mempunyai anak. Tidak cerdik dalam menuntaskan masalah menciptakan rumah tangga sanggup tenggelam begitu saja. Apalagi selalu menyalahkan keadaan dan menganggap hal itu sebagai biang masalah tentu bukan jalan keluarnya.


Karena Bung kini menjadi kepala keluarga, Bung ialah otak dari keluarga yang sedang Bung bangun. Kalau Bung sebagai kepalanya saja sudah tak bisa menuntaskan masalah, tentu akhirnya fatal. Tidak perlu menjadi orang pandai dalam menuntaskan masalah Bung, tetapi sepintar-pintarnya Bung saja dalam menghadapinya.


Orang Ketiga di Dalam Rumah Tangga Adalah Bahaya Nyata


Saat ijab kabul sudah terjalin begitu usang Tadinya Berjodoh Kemudian Bercerai, Kira-kira Kenapa ya Bung?


Bahaya faktual itu ialah orang ketiga, mereka bakal hadir dan menarik hati untuk meruntuhkan rumah tangga yang ada. Laki-laki biasanya menjadi objek utama yang terkena dalam masalah semacam ini dibanding perempuan. Mulai dari lingkungan kantor dan teman semasa sekolah dulu.


Prosesnya pun berawal dari menanyakan kabar  dan meningkat intensitasnya lewat chatting atau telepon. Kalau Bung tak berpengaruh keyakinan dan godaan bisa jadi Bung berbelok ke arah yang salah. Tak perlu adanya masalah di internal rumah tangga atau kejenuhan, selama ada hal menyerupai itu (dibaca : orang ketiga) kondisi yang adem ayem pun bisa menciptakan pria goyah.


Ketidakpuasan di Ranjang Pun Dapat Mengandaskan Pernikahan


Saat ijab kabul sudah terjalin begitu usang Tadinya Berjodoh Kemudian Bercerai, Kira-kira Kenapa ya Bung?


Hubungan intim menjadi salah satu faktor yang diinginkan tiap pasangan ‘kan, Bung? Bahkan secara umum, apabila pria menduakan pun, yang dicari ialah soal kekerabatan seksnya bukan kasus cinta. Frekuensi seks dan seberapa berkualitasnya kekerabatan intim antara Bung dan si nona sanggup menjadi penentu keharmonisan rumah tangga Bung.


Bahkan hal ini disampaikan Kristina Dzara dalam artikel yang bertajuk Assessing the Effect of Marital Sexuality on Marital Disruption. “Ketika menikah, para pasangan ini cenderung kurang mempunyai pengetahuan perihal seks, dan bagaimana hal itu sanggup mensugesti ijab kabul mereka kelak,” ungkapnya.

Apabila Perceraian Terjadi Jangan Anggap Itu Takdir yang Wajar Terjadi


Saat ijab kabul sudah terjalin begitu usang Tadinya Berjodoh Kemudian Bercerai, Kira-kira Kenapa ya Bung?


Manusia yang memilih, Tuhan yang menentukan. Kurang lebih menyerupai itulah jika Bung menyalahkan apabila kesialan, keburuntungan, hingga perceraian yang terjadi ialah bab dari takdir. Tidak ada orang yang ditakdirkan untuk bercerai, Bung. Lantaran manusialah yang bisa dan sanggup mengubah takdir itu sendiri. Semua yang terjadi ialah pilihan Bung sendiri, jadi tak ada hubungannya takdir dengan perceraian. Mungkin Bung kurang teliti dalam menentukan pasangan alasannya ialah nafsu di kepala sudah mengalahkan kejernihan hati dikala menentukan calon istri.


Belum ada Komentar untuk "Tadinya Berjodoh Lalu Bercerai, Kira-Kira Kenapa Ya Bung?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel